Jangan Hanya Ingin Di Hargai Tapi Tidak Menghargai Perasaan Orang
Bentuk peka menghargai perasaan orang lain, Rasul tidak pernah menjatuhkan martabat dan harga diri seseorang di muka umum, sekalipun yang bersangkutan memang bersalah. Suatu ketika, Rasul pernah membuat suatu barang, lalu menjualnya murah. Sekelompok orang mencibir tindakan Rasul itu. Sewaktu berkhutbah, Rasul menegur aksi yang dianggap mencederai perasaan tersebut. Tetapi, sama sekali tidak menyebut nama pelakunya, apalagi menjelek-jelekkan mereka di hadapan khalayak. Cukup menyebut “ma balu aqwam”, apa gerangan yang menimpa kaum itu, demikian sabda Rasul. Sikap yang sama juga dilakukan Rasulullah saat Ibnu Salul menebarkan fitnah atas Aisyah dalam peristiwa hadits al-ifkyang tersohor itu. Dalam sebuah sabdanya, Rasul cukup menyebutkan lelaki yang menyakiti keluarganya, tanpa mencatut nama Ibnu Salul sedikitpun. Padahal, kejahatan itu telah menyudutkan Rasulullah dan para ahli bait. Bahkan, sikap Rasul yang menutup-nutupi nama pelakunya tersebut menimbulkan teka-teka di tengah-t...